Teknik Serangan Pharming
A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi yang senantiasa berubah serta cepatnya
perkembangan software. Tidak hanya itu teknik penyerangan terhadap jaringan komputer yang berkembang, sistem keamanan
komputer juga mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan kebutuhan sistem keamanan yang kuat
untuk menjamin sumber daya sistem tidak digunakan/dimodifikasi, diinterupsi dan
diganggu oleh orang yang tidak diotorisasi.
Teknik penipuan
online seperti Pharming
dan serangan kejahatan cyber lainnya berubah dengan drastis. Untuk mengatasi
tantangan tersebut, kita setidaknya perlu memiliki beberapa pemahaman dasar
akan istilah-istilah ini. Maka dari itu pentingnya mengetahui
berbagai teknik serangan terhadap sistem komputer beserta cara menanggulangi
serangan dengan mengenali susunan arsitektur serangan dan toolsnya.
B. Tujuan
Untuk mengetahui teknik serangan Pharming terhadap komputer beserta
antisipasi serangan
C. Arsitektur Serangan
D. Cara dan Teknik Melakukan Serangan
Pharming akan mengarahkan pengguna internet dari situs – situs yang sah ke
situs yang penuh dengan orang – orang jahat dengan menggunakan strategi yang
disebut DNS Cache Poisoning di mana
data yang dimasukkan kedalam database cache DNS.
Penyerangan menggunakan beberapa cara untuk melakukan serangan Pharming, salah satu cara yang paling
populer adalah dengan memodifikasi file Host.
Seorang pharmer (istilah
pengguna Pharming) diam – diam membajak
komputer pengguna ke situs web palsu. Browser pengguna mungkin menampilkan URL
yang sah tetapi sebenarnya tidak akan berada di server yang sah.
Dalam banyak kasus, mereka yang sering terkena pharming adalah saat mereka
menunjungi situs halaman yang semacam
situs belanja online. Di sini penyerang mencari informasi rahasia pengguna
seperti nomor kartu kredit, password account, dll.
File host ini mampu menyimpan IP dan nama domain untuk mempercepat surfing
dan menghindari konsultasi server DNS. Jadi setiap kali pengguna memasukkan
alamat ke browser , PC mengakses Host file pertama dan jika menemukan nama
domain ini, ia tidak akan memakai alamat IP dari sebuah situs web (situs sah). Dan
file host tersebut akan mengarahkan pengguna ke situs yang salah.
Untuk melakukan serangan pharming,
penyerang biasa memanfaatkan cara berikut:
- Sebuah Batch Script untuk menulis IP berbahaya dan nama domain ke file host.
- Sebuah Joiner untuk bergabung dengan file batch ke file lain
- Kode Obfuscator yang membantu melarikan diri eksekusi dari software anti-virus
E. Tools Yang
Digunakan
Tools yang digunakan adalah
DNS server, baik itu lokal atau ISP kemudian DNSnya sudah
dirubah oleh penyerang.
F. Efek Serangan
- Pengguna akan diarahkan ke situs web yang berbahaya.
- Mereka (penyerang) bisa mendapatkan informasi rahasia Anda seperti nomor kartu kredit, password account.
G. Antisipasi Serangan
- Gunakan Internet Service Provider yang dipercaya, dan memiliki keamanan ketat. Pada level tingkat ISP adalah garis pertama pertahanan terhadap pharming. Penyedia layanan internet (ISP) bekerja keras di akhir mereka untuk menyaring situs ‘Pharmed’
- Selalu melakukan update antivirus dan anti-spyware secara rutin pada computer pengguna
- Install personal firewall
- Jangan memasukkan personal informasi pada halaman website yang tidak memiliki ikon kunci pada bagian atas browser. Ikon ini hanya muncul ketika pengguna mengunjungi halaman website yang menggunakan security certificates.
- Selalu mengawasi jika ada hal yang aneh pada alamat website atau URL
- Amati halaman website misalnya saja terdapat link yang tidak selesai/ tidak dibuat/salah. Mungkin saja pencuri atau penyerang tidak membuat semua halaman atau salah dalam membuat halaman tersebut.
- Jika web site terlihat tidak biasa atau melakukan request login yang berbeda dari sebelumnya, Hal ini bisa dikatakan red flag dimana pengguna mengalami serangan pharming. Jika tidak yakin dengan website tersebut, teleponlah perusahaan mereka untuk melakukan verifikasi.
A. Kesimpulan dan Saran
Pharming adalah cara lain hacker untuk memanipulasi pengguna di Internet melibatkan memodifikasi DNS entri, yang menyebabkan pengguna untuk diarahkan ke website
yang salah ketika mereka mengunjungi sebuah alamat Web tertentu.
Dalam menghadapi serangan Pharming jika pengguna mengunjungi situs web tertentu dan tampaknya secara signifikan berbeda dari apa yang pengguna harapkan, mungkin mereka menjadi korban pharming. Restart komputer pengguna untuk mengatur ulang entri DNS pengguna,
menjalankan sebuah program antivirus, lalu mencoba menghubungkan ke
situs web lagi. Jika website masih terlihat aneh, hubungi ISP Anda dan
biarkan mereka tahu server DNS mereka mungkin telah pharmed.

Komentar
Posting Komentar